Jakarta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, sumber konflik dunia sekarang ini tidak lagi hanya seputar soal ideologi, tetapi juga soal persaingan di antara negara-negara dalam mendapatkan akses terhadap pangan, energi, dan air. Juga ketidakseimbangan ekonomi global, munculnya penyakit-penyakit menular yang baru, dan adanya perubahan iklim.
Hal itu diungkapkan Presiden Yudhoyono saat memberikan pengarahan pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2010 di Aula Gedung Gatot Soebroto di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (25/1).
Dalam acara itu hadir Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan tiga Kepala Staf TNI AD, TNI AL, dan TNI AU beserta 158 perwira tinggi dari lingkungan Mabes TNI dan di lingkungan Mabes TNI AD, TNI AU, dan TNI AL.
Adapun Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, serta Menteri Keuangan Sri Mulyai Indrawati.
“Sumber konflik sekarang tidak lagi seputar ideologi. Sumber konflik pada masa depan juga persaingan di antara negara-negara di dalam mendapatkan akses terhadap pangan, energi, dan air. Juga ketidakseimbangan ekonomi global, munculnya penyakit-penyakit menular yang baru, dan perubahan iklim yang kini bisa dimasukkan sebagai ancaman. Itulah yang paling tidak kita bisa sebut sebagai sumber dan jenis ancaman global. Semuanya memiliki kaitan ataupun operasi dengan keamanan dengan arti yang luas,” tandas Presiden.
Presiden mengharapkan jajaran TNI untuk terus menciptakan lingkungan dalam negeri yang kondusif untuk pembangunan, memiliki daya antisipasi strategis, dan terus meningkatkan postur. “Menghadapi ancaman global, kita harus memiliki daya antisipasi strategis, cara pandang. Dengan demikian, akan selalu bisa menghadapi tantangan-tantangan itu. Singkat kata, jangan sampai merasa tidak tahu, merasa terlambat mengetahui bahwa dunia berubah dengan segala tantangan-tantangan nya,” kata Presiden Yudhoyono lagi.
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/26/02454958/presiden.lima..sumber.konflik.dunia