RSS

Arsip Kategori: Topik hari ini

berita apa yang update harii ini….

Good taste of Milk Coffee #Pokka #drink #instapic #picoftheday

Sent from Samsung Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21/08/2014 in Topik hari ini

 

Selamat Hari Raya Idul Fitri. “Taqobalallahu Minnaa Wa Minkum, Minal Aidin Wal faidzin” Mohon Maaf Lahir & Batin. May The Guidance and Blessing of Allah SWT Be With You and Your Family.

Sent from Samsung Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28/07/2014 in Topik hari ini

 

Disini awal masuknya Batavia, Titik Nol berada di Museum Bahari. #JakartaOldTown #history

Sent from Samsung Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22/07/2014 in Topik hari ini

 

Saatnya berjabat tangan….

Sent from Samsung Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22/07/2014 in Topik hari ini

 

Hari ini, 22 Juli 2014 kita menunggu hasil keputusan Pemilu dari KPU. Walaupun diberitakan Jokowi-JK unggul tapi kita jangan jumawa dan berbangga hati dulu. #Salamduajari #kalaubedajangansensi

Sent from Samsung Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22/07/2014 in Topik hari ini

 

Pemilu Pemilihan Presiden Indonesia 2014, “pertarungan” seru dengan 2 kandidat Capres.

Tanggal 9 Juli 2014 lalu, Indonesia melaksanakan Pemilu untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden ke–7 (tujuh). Finally, after pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 (sepuluh) tahun akhirnya Indonesia akan berganti calon presiden dan wakil presiden. Pemilu tahun ini agak unik karena Capres dan Cawapresnya hanya ada 2 kandidat, bukan seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu Prabowo Soebianto (Gerindra) bersama Hatta Rajasa (PAN), dan Joko Widodo (PDI-P) bersama Jusuf Kalla (Golkar). Setelah masing-masing Cawapres resmi mendeklarasikan pasangan mereka dan mendapatkan nomor urut resmi dari KPU Pusat, Prabowo mendapat nomor urut 1 dan Joko Widodo mendapat nomor urut 2. Maka resmilah mereka bebas berkampanye ke daerah-daerah dan juga di Jakarta. Timses Prabowo Hatta punya slogan ” Salam 1 Peci”, dan Timses Jokowi punya slogan ” Salam 2 Jari”. Wow, democracy party has begin…….

Seperti pada kampanye umumnya, semua pasangan mempunya timses/jurkam yang unik. Tentu saja pasangan Capres berlomba ingin mendapat perhatian dan dukungan rakyat. Tim Prabowo punya dress code hem putih dengan bros burung garuda merah, dan Tim Jokowi tetap dengan baju kotak-kotaknya. Pendukung dari kedua kubu pun tidak hanya dari kalangan pejabat/pemerintah, namun juga artis-artis. Tim Prabowo punya Ahmad Dhani, Virza, Nowela, Husein, Anang Hermansyah,Pevita Pearce,Dewi Perssik dll, sedangkan Tim Jokowi punya KD dan Yuni Shara, Titiek Puspa, SLANK, Nia Dinatam Joko Anwar, Pandji, Widi ”Vierra” dll.

Serunya di kampanye Capres ini, masing–masing artis pendukung Capres membuatkan lagu-lagu untuk menarik minat masyarakat, supaya nancep di otak! Wow, seru banget!! Dari tim Prabowo, untuk mendukung nomor 1 dibuatlah sebuah video klip yang di ambil dari Band Queen “We will Rock you” bersama para finalis Indonesian Idol. Dari tim Jokowi, SLANK membuatkan lagu Salam 2 Jari. Dan beberapa saat kemudian ramailah video klip Ahmad Dhani itu di social media, bahkan Twitter dari gitaris Queen yang tidak memberikan izin menggunakan lagunya digubah untuk kampanye, Wah, baru awal permulaan sudah menjadi kasus. Tapi kasus yang di buat Ahmad Dhani ini semakin ramai lagi, karena muncul Ahmad Dhani berpakaian seragam petinggi NAZI dan diupload ke Youtube. Bisa dibayangkan deh betapa marahnya masyarakat via social media saat itu! Heboh!!!!!!.

Kenapa marah dan heboh? Apa hubungannya dengan Indonesia? Well, Dimata publik, Fasisme adalah paham yang harus dimusnahkan dari atas bumi, sebagai mana juga pemerintah Jerman yang telah melarang berdirinya partai yang menganut paham Fasisme. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah RI ketika membubarkan partai Komunis Indonesia (PKI).

Fasisme diharamkan di Jerman, sebagaimana paham Komunis juga dilarang di Indonesia. Kita semua pastilah sepakat dengan itu. Tapi apakah bisa dikaitkan dengan Dhani yang memakai baju yang mirip dengan baju anggota Partai Nazi, lalu dengan serta merta bisa kita nyatakan bahwa Dhani adalah mendukung atau pro terhadap paham Fasisme ?

Sehubungan dengan hal itu Ahad Dhani pun menolak anggapan bahwa dia adalah pendukung paham Fasisme. Bahkan dia balik bertanya, apakah bila seseorang mengenakan baju mirip tentara Amerika atau Rusia, maka secara serta merta dianggap dia telah mendukung atau berpihak pada negara tsb? http: /politik.kompasiana.com/2014/06/26/baju-nazi-ahmad-dhani-vs-revolusi-mental-jokowi-664530.html (diakses 12 Juli 2014)

Di satu sisi, Jokowi juga pernah mengatakan visi misinya “Revolusi mental”. Tidakkah anda tahu bahwa istilah Revolusi Mental ini dulu juga digunakan oleh para pendiri paham Komunis, yang mana ini adalah partai terlarang di Indonesia ?

“Istilah REVOLUSI MENTAL juga dipakai oleh pendiri Partai Komunis China yg bernama CHEN DUXIU bersama temannya yg bernama Li DAZHAO sebagai doktrin dan cuci otak kepada para Buruh dan Petani dalam menentang kakaisran China.

Di Indonesia istilah REVOLUSI MENTAL istilah ini mulai dipakai oleh seorang pemuda asal Belitung yang bernama AHMAD AIDIT anak dari ABDULLAH AIDIT dan kemudian mengganti namanya menjadi DIPA NUSANTARA AIDIT (DN AIDIT ) dan ketika ayahnya bertanya kenapa namamu diganti ? AIDIT menjawab saatnya REVOLUSI MENTAL”

Sebenarnya apa sih Revolusi Mental? Baiklah, Gw akan mengkutip dari website Kompas, penuturan Jokowi tentang Revolusi Mental.

Kita ini kan selalu bicara mengenai fisik dan ekonomi. Padahal, kekurangan besar kita character building. Oleh sebab itu saya sebut revolusi mental," ujarnya di luar pagar rumah dinas, Jalan Taman Surapati.

Menurut Jokowi, seorang pemimpin bukan hanya menjalankan proyek-proyek pembangunan fisik semata, melainkan mampu membangun pola pikir sekaligus karakter positif di masyarakat.

Jokowi mengatakan, percuma pembangunan fisik tanpa membangun pola pikir masyarakat. Masyarakat bisa hanya menjadi ‘follower’.

"Kalau pemimpinnya bisa memberikan contoh, bisa menginspirasi supaya rakyat itu jangan terdorong untuk tidak pesimis. Itulah yang akan saya mulai kali ini," ujar mantan Wali Kota Surakarta.

Pemimpin yang mampu mengubah masyarakatnya menjadi positif, lanjut Jokowi, tak hadir pada pemimpin yang menggunakan cara-cara menyindir, menjelek-jelekan. Menurut Jokowi, pemimpin semacam itu tidak bakal memberikan harapan bagi masyarakat.

Ibarat perangkat elektronik, kata Jokowi, revolusi mental bagaikan piranti lunak yang menjadi otak seluruh pranti kerasnya. "Dulu Bung Karno itu membangun jiwa dulu," ucap Jokowi.

Jokowi mencontohkan sejarah negara Jepang. "Dulu Jepang itu jatuh. Lalu ada restorasi Meiji, langsung meloncat. Saya kira kita ini nanti bisa seperti itu, asal mau," ujarnya. http: // nasional. kompas.com/ read/2014/04/26 /2016083/ Misi.Revolusi.Mental.Jokowi

Nah, apakah dari visi misi Jokowi tersebut maka dengan serta merta apakah kita semua boleh menuduh bahwa Jokowi adalah pengukung paham Komunis dengan meminjam istilah “Revolusi Mental”?

Well, semuanya itu harus disikapi secara positif. Begitu juga dalam pemilihan presiden saat ini. Jangan saling hujat, fitnah, dan menjelekkan calon masing-masing. Kita semua hanya manusia biasa yang tidak luput dari segala kesalahan. Janganlah di bulan Ramdhan ini, bulan pengampunan dan dikabulkannya segala doa-doa oleh Allah SWT, menjadi bulan yang penuh perbuatan, sikap yang kotor. Semoga ini semua menjadi renungan buat kita. Amin. (12/07/2014).

Regards,

Galuh K Hapsari

Sent from Lenovo-ideapad

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12/07/2014 in Topik hari ini

 

INDONESIA TEMPO DOELOE

Sent from Samsung Android

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10/07/2014 in Topik hari ini

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.